NIKMAT IMAN

Sekedar mengulas dan mengamal kan ilmu yang saya dapatkan maka tidak ada salahnya saya menulis topik ini, selamat mencicipi hidangan ilmu.

iman menurut bahasa artinya percaya , sedangkan menurut istilah meyakini rukun iman dengan hati mengucapkan dengan lisan dan mengamalkan dengan perbuatan.

Iman bagaikan angin tidak dapat dilihat namun dapat dirasakan, iman itu ghaib contohnya kita iman kepada Allah, tapi nyata adanya, contoh hari esok, hari esok adalah gaib tapi nyata akan terjadi.

A. Fitrah Iman

Iman merupakan Fitrah bagi manusia, Orang atheis sekalipun pasti memiliki keimanan namun tertutupi oleh kesombongan dan kedurhakaannya kepada Allah Swt, suatu kisah ada seorang atheis akan mengadakan pelayaran, dia mempersiapkan kapal dengan sesempurna mungkin, sudah memprediksi kemungkinan2 yang akan terjadi atau dihadapi ketika berlayar, namun ketika dia memulai berlayar dan jauh dari daratan, angin dan badai menggempurnya dan tidak ada seorang pun yang dapat menyelamatkannya. ketika itulah muncul hati nurani dan keimanannya dia meminta tolong kepada Tuhan yang maha gagah, maha kuasa, yang menciptakan dia dan alam semesta.

B. Macam2 Nikmat Iman
1) Nikmat sebagai Makhluk (76: 1-4).
2) Nikmat sebagai Manusia (95 : 4).
3) Nikmat sebagai Khalifah (2: 30).
4) Nikmat sebagai Muslim (5: 3).
Merupakan nikmat yang paling besar
C. Cara mensyukuri nikmat Allah
1) Mengucapkan syukur (lisan + hati).
2) Menjaga dan memelihara nikmat yang diberikan.
3) Melakkukan perbuatan sesuai dengan keinginan memberi nikmat.

LEMAHNYA IMAN
A. Fluktuasi Iman
Secara fitrah manusia memiliki kecenderungan untuk berbua fujur atau dosa dan ketakwaan (91 : 9-10).
B. Fenomena Lemahnya Iman
1. Terjerumus dalam kemaksiatan.
2. Tidak tekun dan dan bermalas-malasan dalam beribadah.
3. Memudarkan tali ukhuwah.
4. Terpitusnya tali persaudaraan orang yang bersaudara.
5. Terpaut pada urusan duniawi.
6. Mengeluh dan takut akan musibah.
7. Tecela hal yang ma’ruf.
8. Banyak berdebat dan bertikai yang mematikan hati.
C. Sebab-sebab Lemahnya Iman
1) Jauh dari lingkungan iman dalam waktu lama.
2) Jauh dari pelajaran dan teladan yang baik.
3) Jauh dari menuntut ilmu syariat.
4) Berada di lingkungan yang penuh maksiat.
5) Tenggelam dalam kesibukan dunia.
6) Sibuk mengurusi harta, isteri dan anak.
7) Panjang angan-angan.
8) Berlebih-lebihan dalam makan, tidur, bergadang, berbicara, bergaul, dan tertawa.

semoga dengan ilmu yang singkat ini dapat menambah keimanan kita kepada Allah SWT.

selamat mengamalkan………..

Tinggalkan Balasan